BAB IV
MEDIA TIGA DIMENSI
Media tiga dimensi adalah media yang berupa model,
boneka atau benda sesungguhnya. Model adalah tiruan tiga dimensional dari
beberapa objek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu
mahal, terlalu jarang atau terlalu ruwet untuk dibawa ke dalam kelas dan
dipelajari siswa dalam wujud aslinya. Model padat, model penampang, model
susun, model kerja dan diorama.
Macam macam media model
1. Model padat
Model padat biasanya memperlihatkan bagian
permukaan luar dari objek dan membuang bagian-bagian yang membingungkan
gagasan-gagasan utama dari bentuk, warna dan susunannya. Kegiatan membuat model
oleh para siswa sangat bermanfaat dalam mengembangkan konsep realistic pada
dirinya. Misalnya siswa diberi tugas membuat peta timbul, gunung api,
pegunungan dan sebagainya.
Contoh peta timbul
2. Model Penampang
Model penampang yaitu media tiga dimensi
yang memperlihatkan bagaimana sebuah objek tampak, apabila bagian permukaannya
dibuang untuk mengetahui susunan dalamnya, misalnya model penampang melintas
dari lapisan bumi.
3.
Model susun
Model susun terdiri dari
beberapa bagian objek yang lengkap atau sedikitnya suatu bagian penting dari
objek itu. Seorang guru mempersiapkan peta yang terbuat dari kayu atau benda
padat lainnya yang terdiri dari bagian-bagian tertentu. Selanjutnya siswa
disuruh menyusun bagian-bagian itu agar ia bermakna. Misalkan siswa disuruh menyusun
sebuah robekan kertas menjadi model mobil
4. Model kerja
Model kerja adalah tiruan
dari suatu objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli dan mempunyai
beberapa bagian dari benda yang sesungguhnya. Misalnya pembuatan alat pengukur
kekuatan gempa (seismograg), pembuatan alat pengukur hujan (hygrometer),
bendera angin, winscope tata surya dan sebagainya.
Contoh alat pengukur hujan
5. Diorama
Diorama adalah sebuah pemandangan tiga
dimensi mini, bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya. Dalam mata
pelajaran geografi dibuat diorama berupa gua tiruan dengan bahan dari kertas
semen bekas. Disana dapat dilihat stalaktit dan stalakmit, bisa juga dibuat
mengenai lingkungan hidup dan sebagainya. Contohnya
MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI
Pada bagian ini dibahas media pembelajaran tiga dimensi yang terdiri atas media benda sebenarnya, media benda tiruan dan perangkat media tiga dimensi yang lainnya.
Pengertian Benda Asli
Salah satu bentuk media pembelajaran yang
termasuk dalam kategori tiga dimensi adalah benda-benda asli, atau wujud
kenyataan kondisi yang sebenarnya. Dari segi efektivitas pengajaran, penggunaan
benda sebenarnya sebagai media pembelajaran dapat memberikan urunan yang cukup
berarti, terutama dari pemerolehan pengalaman yang bersifat langsung dan
kongkrit. Karena segala peristiwa yang terungkap di dalam jalinan interaksi
dengan media sebenarnya tersebut, cukuplah untuk mendapatkan peng-alaman
langsung, lengkap dan kesan yang mendalam dari apa yang dipelajari, tepatlah
apabila kita belajar melalui benda-benda atau keadaan yang sebenarnya. Ada yang
menyebut media ini sebagai alat peraga langsung.
Pengertian yang termasuk dalam kategori
media pembelajaran yang sebenarnya, baik benda yang hidup seperti manusia,
tumbuhan, dan hewan, di samping benda mati dan benda tak hidup (anorganik). Ada
dua cara yang ditempuh untuk belajar melalui benda sebenarnya, yaitu membawa
kelas ke dunia luar atau membawa dunia ke dalam kelas. Untuk membawa kelas ke
dunia luar caranya dapat melalui Widyawisata/Karyawisata, yaitu perjalanan ke
luar kelas atau sekolah (wisata) untuk tujuan belajar (widya). Sedangkan untuk
dapat membawa dunia (luar) ke dalam kelas adalah dengan cara menggunakan
specimen atau barang contoh, yaitu benda-benda aseli baik dalam keadaan hidup
dan utuh, maupun dalam keadaam mati ataupun sebagian dari benda asli itu untuk
diperagakan atau dipelajari di kelas atau di dalam ruang laboratorium khusus
untuk pelajaran tertentu.
Media Benda Tak asli atau
Tiruan
Media tiruan atau Model adalah merupakan
tiruan dari benda yang berbentuk tiga dimensi yang dibuat sedemikian rupa
sehingga serupa dalam bentuk dan tidak sama dalam hal-hal yang lainnya.
Meskipun semua orang tahu, bahwa belajar melalui pengalaman lang-sung atau
melalui benda sebenarnya mempunyai sejumlah keuntungan, perlu diketahui juga
bahwa sejumlah besar keterbatasan akan teratasi dengan penggunaan model.
Model Irisan
Untuk memperlihatkan
struktur bagian dalam suatu bentuk atau obyek agar men-dapatkan pengertian yang
jelas tentang bagian-bagiannya maka digunakanlah model irisan. Model irisan ini
dibuat dengan beberapa alasan yang antara lain benda aslinya tertutup dan
terlalu besar, misalnya gunung berapi, sedang murid memerlukan penjelasan
tentang struk- tur bagian dalamnya. Alasan lain adalah alasan kesesuaian,
misalnya untuk mendapat pema-haman yang jelas tentang struktur bagian dalam
mata manusia, kita tidak mungkin membuat irisan langsung pada tubuh manusia,
sekalipun sudah mati. Untuk itu diperlihatkan tiruan untuknya.
Halo! Maafkan tata bahasa saya - Saya menggunakan Google Translate dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia. Kami ingin menerbitkan foto Anda tentang diorama dalam bab buku tentang arsitektur dan model. Apakah Anda bersedia memberi kami izin?
BalasHapusTerimakasih banyak!
Marrikka Trotter
Arsitektur Tom Wiscombe
Los Angeles,
Amerika Serikat
marrikka@tomwiscombe.com
marrikka@tomwiscombe.com